Minggu, 21 Januari 2018

Doa

Doa Selamat Dari Aliran Sesat


Dalam Majmuk Kalamnya, Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi pernah mengisahkan, bahwa pada zaman Habib Abubakar bin Abdullah al-Attas, guru Habib Ali, ada seorang sayid yang berubah akhlak dan aqidahnya. Ia mengikuti aqidahnya Syiah, aqidah yang membenci para sahabat Rasulullah dan mendeskriditkan Sayyidina Abubakar Asshiddiq.


Banyak para Auliya’ dan ulama yang datang ke tempat orang tersebut untuk merubahnya dan mendoakan agar supaya ia kembali ke jalan salafnya. Tapi ia tidak bisa berubah. Bahkan tidak jarang dari mereka, para pemuda yang berilmu dan beradab tatkala datang ke orang tersebut malah berubah aqidahnya.

Tidak ada orang sehat yang duduk dengan orang berkudis, lalu orang berkudis itu jadi sehat gara-gara duduk dengan orang sehat. Tapi yang banyak ialah orang yang sehat duduk dengan orang yang berpenyakit maka ia akan tertular penyakit orang itu.

Akhirnya, para Ulama dan Habaib datang kepada Habib Abubakar Al-Attas guna memohonnya untuk menuntun sayid Syiah itu ke jalan yang benar.

Maka datanglah Habib Abu Bakar Al-Attas ke rumah sayid tersebut. Beliau mengetuk pintu.

“Siapa di luar?” tanya sayid yang tersesat.

“saya  Abubakar bin Abdullah bin Thalib Al-Attas,” jawab Habib Abubakar.

Sayid tadi membuka pintu rumahnya. Begitu memandang wajah Habib Abubakar, ia langsung berkata: “Asyhadu Alla ilaha Ilallah wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah, aku bertobat kepada Allah.” Sayid itu akhirnya kembali ke jalan salaf, jalan Ahlussunnah Wal-Jamaah.

Habib Abubakar Al-Attas menyampaikan kisah ini kepada muridnya, Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi. Oleh sebab itu, Habib Ali mengajarkan kepada putrinya, Hababah Khodijah untuk berdoa setiap selesai shalat fardhu dengan doa:

اَلَّلهُمَّ اِنِّيْ اَبْرَأُ اِلَيْكَ مِنْ كُلِّ عَقِيْدَةٍ

لاَ يَعْتَقِدُهَا اَسْلاَفُنَا الصَّالِحُوْنَ

“Ya Allah, Aku berlepas diri kepada-Mu dari setiap aqidah yang tidak diyakini oleh salaf-salaf kami yang sholeh.

Sumber: rangkuman ceramah Ustad Alwi bin Ali al-Habsyi pada Haul Habib Abubakar bin Husein Assegaf, Bangil,30 Muharram 1436 H/23 November 2014

1 komentar: