Selasa, 22 Januari 2019

Hukum memakan kepiting

Hukum Mengkonsumsi Kepiting

Oleh; H. Rizqi Dzulqornain al-Batawi M.A

بسم الله الرحمن الرحيم


 حمدا له أظهر في الوجود *** نور حقيقة النبي المحمود


وصل يا رب على محمد *** الفاتح الخاتم طه الأمجد


وناصر الحق وهادينا الى *** صراطك القويم نهج الفضلا


وآله بحق قدره الفخيم *** وجاه مقدار مقامه العظيم.


أما بعد

Pertanyaan Saudara H. Nur Ali at-Tijani dari Pulogebang Jakarta Timur

Sekarang-karang ini dunia kuliner di jakarta makin ngetrend. salah satunya adalah Sop Kepiting. Pertanyaan saya, apa hukum memakan kepiting?

JAWABAN

Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum mengkonsumsi kepiting. Ulama yang menyatakan bahwa kepiting haram dimakan membangun argumentasi bahwa kepiting bisa hidup di dua alam (laut dan darat). Sementara ulama yang berpendapat bahwa kepiting halal melaporkan bahwa hewan ini tidak dapat hidup di darat. Ia hanya bisa hidup di air saja.

Di antara ulama yang mengharamkan, Imam ad-Damiri seorang ulama ahli berbagai disiplin ilmu termasuk ilmu kedokteran dan beliau seorang ulama yang sangat mengerti seluk beluk hewan sehingga kepakaran beliau diakui oleh dunia barat. Penelitian beliau tentang hewan dituangkan dalam karya monumental bernama Hayatul Hawayan al-kubra (ensiklopedia fauna) terdiri dari 2 jilid besar. Beliau menegaskan:

يحرم أكل السرطان لاستخباثه كالصدف قال الرافعي: ولما فيه من الضرر، وفي قول انه يحل أكله، وهو مذهب مالك رحمة الله تعالى عليه.

Artinya: hukumnya haram mengkonsumsi kepiting karena ada unsur menjijikkan seperti kerang. Imam ar-Rafii menambahkan bahwa mengkonsumsi kepiting memiliki dampak negatif. Pendapat lain menyebutkan, kepiting hukumnya halal. Ini merupakan pendapat madzhab Imam Malik semoga Allah memberikan rahmat kepadanya.” (jilid 2 halaman: 27)

Di antara ulama yang membolehkan, Imam Ahmad. Beliau pernah ditanya:

السَّرَطَانُ لَا بَأْسَ بِهِ .قِيلَ لَهُ : يُذْبَحُ ؟ قَالَ : لَا

“Kepiting itu tidak mengapa dimakan (baca: halal), lantas bagaimana ia disembelih? Imam Ahmad menjawab, “Tidak perlu disembelih.”

Sedangkan Imam an-Nawawi ad-Dimasyqi melemahkan pendapat yang mengatakan bahwa kepiting itu halal. Beliau unggah pendapatnya dalam kitab al-Majmu’ Syarh al-Muhaddzab:

 وَعَدَّ الشَّيْخُ أَبُو حَامِدٍ وَإِمَامُ الْحَرَمَيْنِ مِنْ هَذَا الضَّرْبِ الضِّفْدَعَ وَالسَّرَطَانَ وَهُمَا مُحَرَّمَانِ عَلَى الْمَذْهَبِ الصَّحِيحِ الْمَنْصُوصِ وَبِهِ قَطَعَ الْجُمْهُورُ وَفِيهِمَا قول ضعيف انهما حَلَالٌ وَحَكَاهُ الْبَغَوِيّ فِي السَّرَطَانِ عَنْ الْحَلِيمِيِّ.

Artinya: Dari bagian ini (hewan yang dapat hidup di dua tempat), asy-Syekh Abu Hamid dan imam al-Haramain memasukkan katak dan ketam (jenis kepiting). Dua hewan tersebut diharamkan menurut ketetapan madzhab yang shahih (benar). Mayoritas ulama juga mengacu pada pendapat ini. Ada pendapat dhaif yang diceritakan oleh al-Baghawi bersumber dari al-Halimi yang mengatakan bahwa kedua hewan ini halal.

Selain dua pendapat di atas, ada ulama yang memberikan tafshil (rincian), Kepiting dan rajunagn berbeda. Mengkonsumsi kepiting hukumnya haram. Adapun rajungan halal.

Kepiting:

@ Bisa hidup di darat pada masa yang lama (bisa sampai seminggu)

@ Kaki belakangnya lancip sehingga bisa berjalan cepat di darat.

Rajungan:

@ Tidak bisa hidup di darat pada masa yang lama

@ Kaki belakangnya berbentuk pipih untuk berenang di air.

Ad-Damiri juga menyebutkan ciri-ciri khusus Sarathan (kepiting):

السرطان: بفتح السين والراء المهملتين وبالنون في آخره، حيوان معروف ويسمى عقرب الماء، وكنيته أبو بحر وهو من خلق الماء وعيش في البر أيضا وهو جيد المشي سريع العدو، ذو فكين ومخاليب وأظفار حداد، كثير الأسنان صلب الظهر من رآه رأى حيوانا بلا رأس ولا ذنب، عيناه في كتفيه وفمه في صدره وفكاه مشقوقان من الجانبين، وله ثماني أرجل، وهو يمشي على جانب واحد، ويستنشق الماء والهواء معا، ويسلخ جلده في السنة ست مرات، ويتخذ لجحره بابين: أحدهما شارع في الماء، والآخر إلى اليبس، فإذا سلخ جلده سد عليه ما يلي الماء خوفا على نفسه من سباع السمك، وترك ما يلي اليبس مفتوحا ليصل إليه الريح فتجف رطوبته ويشتد، فإذا اشتد فتح ما يلي الماء وطلب معاشه.

Artinya (السرطان) dibaca dengan fathah sin dan ra, keduanya huruf yang tidak bertitik diakhiri dengan huruf Nun. Nama hewan terkenal dinamakan juga kalajengking air. Julukannya Abu Bahr sefecies air dan bisa hidup di darat juga. Kepiting hewan yang jalan dan larinya cepat memiliki dua japitan, kuku-kuku yang nyelangar tajam, punya banyak gigi, bercangkang keras. Siapa saja yang melihat hewan ini ia tidak menemukan kepala dan buntutnya, matanyanya ada di dua pundaknya, mulutnya ada di dadanya, japitannya ada dua sisi. Kepiting memiliki 8 kali (kanan 4 dan kiri 4), jalannya miring, menghirup air dan udara secara bersamaan, ganti cangkang setahun 6 kali, membuat lubang dengan dua pintu, pintu pertama buat saluran air dan kedua kering. Bila ganti kulit, kepiting menutup saluran airnya sebagai upaya melindungi diri dari ikan buas dan membiarkan saluran yang kering agar udara masuk sehingga mempercepat proses cangkang menguat. Bila sudah kuat barulah ia buka saluran airnya."

Adapun rajungan kakinya 6 (kanan 3 dan kiri 3), jalannya tidak secepat kepiting karena bagian belakang kakinya ada bagian pipih seperti sirip untuk berenang.”

Jadi antara kepiting dan rajungan berbeda. Rajungan binatang laut hanya hidup di satu alam seandainya dia naik ke darat dalam waktu tertentu maka ia akan mengalami hayat madzbuhah (sekarat). Sedangkan kepiting bisa hidup di dua alam. Sehingga tidak bisa dikategorikan hewan laut yang halal untuk dikonsumsi sebagaimana disinyalir dalam hadis:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : { قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فِي الْبَحْرِ هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ ، الْحِلُّ مَيْتَتُهُ } أَخْرَجَهُ الْأَرْبَعَةُ ، وَابْنُ أَبِي شَيْبَةَ ، وَاللَّفْظُ لَهُ ، وَصَحَّحَهُ ابْنُ خُزَيْمَةَ وَالتِّرْمِذِيُّ ، [ وَرَوَاهُ مَالِكٌ وَالشَّافِعِيُّ وَأَحْمَدُ ] .

Artinya : dari Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata : telah bersabda Rasulullah shallawahu ‘alaihi wasallam mengenai laut : “ dia suci airnya halal bangkainya “ .
Hadits dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Tirmidzi.

Meskipun ad-Damiri mengharamkan kepiting tetapi beliau menyebutkan khasiat kepiting di antaranya:

@ mengkonsumsi kepiting untuk berobat dibolehkan, karena makan kepiting dapat menyembuhkan penyakit pinggang ngebet dan linu serta TBC.

@ Obat Penyakit bawasir (ambeien) dengan cara membakar kepiting dan ampasnya dioleskan pada dubur yang melodod.

@ Kaki kepiting bila digantung di pohon yang sedang berbuah maka buahnya akan rontok.

Hadits di atas menunjukkan bahwa semua hewan laut halal, kecuali ada dalil khusus yang mengharamkannya.

Kesimpulannya:

Hukum kepiting diperselisihkan oleh para ulama. Adapun rajungan hukumnya halal. Meskipun ada pendapat ulama yang menghalalkan kepiting, tentunyanya berikhtiyath (berhati-hati) untuk tidak mengkonsumsi kepiting adalah lebih utama. Karena ikhtiyath dalam beragama sangat diperlukan.

Dikutip ulang dari kitab ittihaful amajid bi nafaisil fawaid karya al-Qadhi Abu Mun'yah as-Sakunjiy at-Tijaniy jilid 2 halaman 253.

Minggu, 20 Januari 2019

Istikharah

ISTIKHOROH RU'YATUSHOLIHAH
      ijazah min syaikhi Alhaj Aang    muhammad bunyamin abdil malik
          (Aang gasol cianjur)
Pertama solat sunat dua rakaat
niatnya :usholli sunnata ru'yatishoolihati rok'ataeni lillahi ta'aala.
raka'at pertama ba'da fatihah baca surat al kafirun
raka'at kedua ba'da fatihah baca surat al ihlas.
Ba'da salam sujud baca tasbeh yunus 41x lalu
Laa ilaa ha illaa anta subhaanakainni kuntu minadzolimin.
lalu minta supaya do'a kita di ijabah.
terus duduk lalu hadiah fatihah kepada Baginda nabi dan kepada  Aang gasol.
terus wirid ini:

Allohumma sallimnii min afaatiddunya fii barrika wabahrika min ummati  sayyidinaa muhammadin sollallohu 'alaihi wasallama Ajma'in.Wasallimnii min 'adzaabil akhiroti.Allohumma  baariklii fil maut,wafiima ba'dal maut 41x
tutup do'a: Allohumma akhbirnii wa arini  fii manamii,,,sebutkan hajatnya.
kalau saya dulu di titik titik Yaa Allah berilah saya informasi dan perlihatkan lah siapa jodoh ku siapa namanya bagaimana rupanya anak siapa dan orang mna,kata guru saya bila perpu pinta no tlponya.he
lalu tidur punya wudu sprti tidur nabi dan jangan ngobrol dulu apalagi nonton tv.in sya Allah tajrib
lakukan 3 atau 7 malam berturut turut.

Mendidik anak

@KalamBisu92

📚TARBIYATUL ABNAA (PENDIDIKAN ANAK)

بسم الله الرحمن الرحيم 

Seorang pria yang terdholimi harus hidup dalam penjara bertahun-tahun.

setelah di bebaskan, ia di tanyai :

Apa hal paling buruk yang pernah kau temui dalam penjara?

Ia menjawab : *Hilangnya kesempatanku untuk mendidik anak-anak ku*

Karna ia mengetahui makna firman Allah :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya dan selalu mengerjakan apa yang telah di perintahkan. 

📖Sy.Ali bin abi tholib berkata makna قوا :

Ajarilah mereka dan didiklah.

📖Sy.Qotadah berkata makna قوا :

Perintahlah mereka untuk taat pada tuhannya dan laranglah mereka dari kemaksiatan.

📖Imam Baydhowi berkata makna قوا :

Dengan menasihati mereka dan mendidiknya.

Artinya mendidik anak itu suatu kewajiban bagi setiap orang tua.. yg apabila ia di tunaikan akan mendapat pahala, namun jika di tinggalkan akan mendapat dosa.

Adapun sarana terkuat bagi anak untuk memberi efek pendidikan ada di 4 tempat:

1. Rumahnya 

2. Masjid

3. Sekolah

4. Masyarakat/Komunitas

Namun.. pakar doktor psikolog anak yang telah melakukan ujian selama 40 tahun berkata:

*Bahwa tempat yang paling kuat untuk memberikan efek pendidikan tetaplah di rumah yg mana di dalamnya terdapat 2 rukun terpenting yaitu ayah dan ibu.. maka mustahil seorang anak akan terdidik jika dalam rumahnya ia tidak mendapat pendidikan yang baik*

Lalu apa saja hal penting yang perlu di ketahui para pendidik ??

kita telah mengetahui makna قوا dalam ayat يا أيها الذين آمنوا قوا أنفسكم و أهليكم نارا

Artinya kita mengetahui hal penting pertama bahwa mendidik anak itu suatu *kewajiban*

sekarang kita akan melanjutkan hal2 penting lainnya

Adapun ke 2 : mendidik seorang anak itu butuh pengajaran, butuh pengetahuan, dan konsultasi pada ahli psikolog (tentunya yg muslim, mengerti ajaran aqidah ahlu sunnah)

Karna tidaklah dari kita terlahir dalam keadaan memiliki ilmu pengetahuan, namun ilmu itu ada setelah kita mempelajarinya.

Seorang lelaki ataupun wanita bukan berarti setelah menikah akan langsung memiliki keahlian mendidik anak2nya, keduanya perlu membaca, belajar, atau menghadiri seminar yang menambah pengetahuannya.

3. Mendidik itu perlu kesabaran

Kita ambil contoh dr pohon zaytun..

Ketika kita ingin menanam pohon zaytun, agar dapat menghasilkan kualitas sempurna maka kita harus merawat dan menjaga sekitar 5 sampai 10 tahun..

Setelah 10 tahun lamanya menunggu bukan berarti kita akan lihat pohon tersebut mengeluarkan zaytun yang banyak sekali jumlahnya.. namun yang kita lihat hanyalah beberapa saja..

Ketika kita menanam, kita harus rutin menyirami, mencabut benalu, meluruskan ranting2 yg bengkok dsb agar kelak kita dapat melihat buah2 yang segar dan indah..

Lalu bagaimana dengan anak2 kita?

4. Mendidik anak butuh pertolongan dari Allah.. Allah lah penciptanya&pemilik hatinya.

Maka selamanya jangan pernah putus asa dari DOA KEBAIKAN

5. Mendidik anak di mulai dari saat kita memilih pasangan hidup..

Rosulullah bersabda :

*تَخيروا لنطفكم*

Pilahlah pilihan yang tepat untuk benih anak2 kalian kelak.

Dr.Muhammad Khoir Sya'al berkata : 

*أهمُّ اختيار في حياة المرء بعد الإيمان.. اختيار الزوج أو الزوجة فمن اختار زوجه فقد اختار أولاده*

Hal terpenting yang seorang pilih dalam hidupnya setelah keimanan, yaitu memilih pasangan hidupnya, karna siapa yang telah memilih seseorang untuk pasangan hidupnya ia telah memilih anaknya.

Karna pada umumnya buah jatuh tak jauh dari pohonnya, atau kualitas orang tua akan menentukan kualitas anaknya.. 

Kita katakan pada umumnya, karna taqdir yang Allah berikan pada setiap manusia berbeda, ada yang orang tuanya biasa saja namun anaknya luar biasa, begitu sebaliknya.

📍Bab ten

Selasa, 15 Januari 2019

Hadist menolong orang susah

Rabu, 16 Januari 2019 / 10 Jumadil Ula 1440 H
================
Menolong Seorang Muslim, adalah Amal Shalih yang Sangat Agung

عن أبى هريرة رضي الله عنه قال،قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ، يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا، سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ، وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ، يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ، وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ، إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمِ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ، وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ، لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ

Barangsiapa melepaskan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan di hari kiamat. Barangsiapa memudahkan orang yang kesulitan, Allah akan memudahkannya di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat, dan Allah akan senantiasa menolong seorang hamba, selama hamba tersebut menolong saudaranya.
Dan barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu agama, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga dengan ilmu tersebut , dan tidaklah ada satu kaum yang berkumpul di rumah Allah; membaca kitab Allah dan saling mengajarkannya di antara mereka, kecuali akan turun kepada mereka ketenangan, dicurahkan kepada mereka rahmat, malaikat meliputi mereka dan Allah menyebut mereka di hadapan malaikat yang ada di sisi-Nya.
Barangsiapa yang lambat amalannya, tidak akan dipercepat oleh nasabnya. [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

*Pelajaran yang terdapat dalam hadits:*

1- Allah memerintahkan kita untuk meringankan beban orang lain, dan Dia berjanji akan meringankan beban kita.
2- Allah memerintahkan kita untuk tidak memberikan kesulitan kepada orang lain, maka Allah tidak akan mempersulit kita pada hari kiamat.
3- Allah memerintahkan kita untuk menutup aib orang lain, maka Allah pun akan menutup aib kita (menjaga kehormatan kita).
4- Allah akan senantiasa menolong seseorang selama dia mau membantu saudaranya (orang lain).
5- Hadits yang mulia ini juga menerangkan keutamaan ilmu dan penuntut ilmu, serta hubungannya yang sangat erat dengan iman dan kasih sayang terhadap kaum mukminin.
6- Peringatan untuk tidak tertipu dengan kemuliaan nasab dan kehebatan nenek moyang, karena yang meninggikan derajat seseorang adalah amal-amal shalihnya sendiri, bukan karena nasab dan keturunan.

*Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:*

1- Kewajiban menjaga dan menguatkan persaudaraan antara kaum mukminin dengan saling memperhatikan dan tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” [Al-Hujurat: 10]

2- Kebaikan orang yang menuntut ilmu.

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
[Surat Al-Mujadilah 11]

3- Barangsiapa yang lambat amalannya, tidak akan dipercepat oleh nasabnya”, maknanya adalah, amalanlah yang dapat mengantarkan seseorang meraih ketinggian derajat di akhirat,

وَلِكُلٍّ دَرَجَاتٌ مِمَّا عَمِلُوا

“Dan masing-masing orang memperoleh derajat-derajat (sesuai) dengan apa yang dikerjakannya.” (Al-An’am: 132)

4- Allah ta’ala menetapkan adanya balasan karena amalan, bukan karena nasab, sebagaimana firman-Nya,

فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ فَلَا أَنْسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَئِذٍ وَلَا يَتَسَاءَلُونَ

“Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya.” (Al-Mukminun: 101).

Minggu, 13 Januari 2019

SEBUAH SURAT UNTUK ALLAH

SEBUAH SURAT UNTUK ALLAH

Syekh Yusuf Bin Ismail An-Nabhani berkata :

عن السيد جعفر الصادق رضي الله عنه أنه قال :

من كان له حاجة مهمة الى الله تعالى فليكتب رقعة فيها : بسم الله الرحمن الرحيم من عبده الذليل إلى ربه الجليل «أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ» ويرمي الورقة فى الماء الجاري ويقول : إلهي بمحمد وآله الطيبين وصحبه المرتضين إقض حاجتي يا أكرم الأكرمين وتذكر حاجتك فإنها تقضى إن شاء الله

Dari Sayyidina Ja'far As-Shadiq Radiyallahu Anhu, Beliau berkata :

Barang siapa yg punya hajat besar kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala maka hendaknya menulis dalam sebuah kertas yg isinya :

بسم الله الرحمن الرحيم من عبده الذليل إلى ربه الجليل «أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ»

Dengan menyebut nama Allah yg maha pengasih lagi maha penyayang, dari seorang hamba yg hina untuk tuhannya yg maha agung, hamba tertimpa musibah dan engkau dzat yg maha penyayang.

- Kemudian lemparkan kertas diatas kedalam air yg mengalir sambil membaca doa berikut :

إلهي بمحمد وآله الطيبين وصحبه المرتضين إقض حاجتي يا أكرم الأكرمين

Wahai tuhanku, dg Sayyidina Muhammad dan familinya yg baik baik dan para Sahabatnya yg diridloi kabulkanlah hajatku wahai dzat yg maha memberi.

- Setelah membaca doa sebutkan HAJATMU insya Allah akan segera dikabulkan.

Sumber Rujukan:

سعادة الدارين فى الصلاة على سيد الكونين : ص ٦٠٨ ط. دار الفكر
assyekhunna al kabir alhabib saggaf bin mahdi bin syekh abubakar bin salim🤲🏻
والله اعلم بالصواب

Minggu, 06 Januari 2019

hadza ratib habib abi bakar bin abdullah al aydrud al adni

hadza ratib habib abi bakar bin abdullah al aydrud al adni

      بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اَعُوْذُ بِاللّٰهِ الْعَظِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ (مرتين)

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ وَ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ

بِسْمِ اللَّهِ الّذِي   لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فِي الْأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ  وَ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

بِسْمِ اللّٰهِ مَاشَاءَ اللّٰهُ,لاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللّٰهِ مَا شَاءَاللّٰهُ كُلُّ نِعْمَةٍ مِنَ اللّٰهِ.

مَاشَاءاَللّٰهُ الْخَيْرُ كُلُّهُ بِيَدِ اللّٰهِ مَاشَاءاَللّٰهُ لَايَصْرِفُ السُّوءَ اِلَّا اللّٰهُ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّى  وَاَشْهَدُ اَنْ لَااِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ  وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

يَاحَيُّ يَاقَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ نَسْتَغِيْثُ (مرتين)

َاَللّٰهُمَّ رَحْمَتَكَ نَرْجُوْ فَلَا تَكِلْنَا اِلَى اَنْفُسِنَا طَرْفَةَ عَيْنٍ وَاَصْلِحْ لَنَا شَأْنَنَا كُلَّهُ لَااِلٰهَ اِلَّا اَنْتَ

سُبْحَانَ اللّٰهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللّٰهِ الْعَظِيْمِ (مرتين)

سُبْحَانَ اللَّه وَالْحَمْدُ لِلَّهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ,   اَللَّهُ  أَكْبَرُ وَ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْم

سُبْحَانَ اللّٰهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضٰى نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَدَ كَلِمَاتِهِ

لاَاِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرُ

لَااِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ الْحَلِيْمُ الْكَرِيْمُ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ (مرتين)

لاَ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ رَبُّ السَّمٰوَاتِ وَرَبُّ الْاَرْضِ وَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ

لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ الْاَوَّلُ الْآخِرُ الظَّاهِرُ الْبَاطِنُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللّٰهِ السَّيِّدُ الْكَامِلُ الْفَاتِحُ الْخَاتِمُ

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

مَوْلَانَا يَا مَوْلَانَا  يَاسَامِعَ دُعَانَا
     بِرَحْمَتِكَ يَارَبِّی  لَاتَقْطَعْ رَجَانَا

مَوْلَانَا يَا مَوْلَانَا  يَاسَامِعَ دُعَانَا
     بِحُرْمَةِ مُحَمَّدٍ  بَلِّغْنَا مُنَانَا

اِنَّا اِنْ اَخْطَأْنَا  اَوْ حَطْبٌ دَهَانَا
     لَايَکْشِفُ ضُرَّنَا  غَيْرُكَ يَامَوْلَانَا

اِنْ اَمْرٌ اَعْيَانَا  اَوْ دَهْرٌ عَنَانَا
     لَانَرْجُوْ مَنْجَاةً  اِلَّا مِنْ مَوْلَانَا

فِی رَجْوَاكَ مَوْلَانَا  اَسْهَرْنَا الْاَجْفَانَا
     فَامْنُنْ يَامَوْلَانَا  بِفَضْلِكَ لَا تَنْسَانَا

اِلٰهِی وَاحْمِ حِمَانَا  وَدَمِّرْ مَنْ عَادَناَ
جُدْ فَضْلًا وَ اِحْسَانَا  لِاَقْصَانَا وَ اَدْنَانَا

رَبِّ اسْمَعْ شَکْوَانَا  وَأَجِبْ رَبِّ دُعَانَا
جَمِّلْ وَاجْلِ مَرْعَانَا  لَاتُخَيِّبْ مَسْعَانَا

مَوْلَانَا يَامَوْلَانَا       يَاسَامِعَ دُعَانَا
     بِحُرْمَةِ سَيِّدِنَا  تَقَبَّلْ دُعَانَا

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ (ثم يقول) يَغْفِرُ اللّٰهُ لِمَنْ يَقُوْلُ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ مائة مرة

اَللّٰهُ اَللّٰهُ (مرتين)

ويصلى على النبي صل الله عليه وسلم (مرتين)

وَ الذَّاكِرِيْنَ اللّٰهَ كَثِيْرًا وَالذَّاكِرَاتِ اَعَدَّ اللّٰهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَاَجْرًا عَظِيْمًا

لاَ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ مائة مرة

اَللّٰهُ اَللّٰهُ (مرتين)

ويصلى على النبي صل الله عليه وسلم (مرتين)

اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا وَ الَّذِيْنَ هُمْ مُحْسِنُوْن

لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ مائة مرة

شَرِيْفٌ زَادَهُ الشَّرَفُ وَبَحْرٌ مَالَهُ طَرَفُ وَكُلٌّ مِنْهُ يَغْتَرِفُ

والحمد لله رب العالمين

ijazah min habib anis syahab lawang - jatim

Sabtu, 05 Januari 2019

Hadist melepaskan kesulitan orang

🌀🌧 *EMBUN PAGI*🌧🌀
Ahad, 6 Januari 2019
29 Rabiul Akhir 1440 H

____________________________

🍏
وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

*“Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.”* (QS. Al Baqarah: 280)

🍎

dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللَّهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيهِ

*“Barangsiapa meringankan sebuah kesusahan (kesedihan) seorang mukmin di dunia, Allah akan meringankan kesusahannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan urusan seseorang yang dalam keadaan sulit, Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutup ‘aib seseorang, Allah pun akan menutupi ‘aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebtu menolong saudaranya.”* (HR. Muslim no. 2699)
_________________________