IJAZAH TEKNIK PEMBANGKITAN TENAGA DALAM INTI DIRI SEJATI.
Ilmu tenaga dalam adalah inti dari kesuksesan dalam pada KEILMUAN KEBATINAN umumnya.
Pada masa ini pengasas perguruan ini berhajat untuk memberikan ijazah teknik untuk membentuk Perisai Ghaib yang melingkari tubuh manusia berfungsi sebagai perisai tubuh, keselamatan dari serangan serta berbagai ancaman dan niat jahat dari orang lain dan semestinya membangkitkan tenaga dalam insani anda sendiri.
Teknik yang akan diijazahkan dibawah ini adalah mengikut tradisi dasar ilmu tenaga dalam yang diamalkan di kebanyakan perguruan - perguruan berdasarkan kegunaan tenaga dalam.
** Wirid Pokok **
Wirid ini disebut wirid pokok, ini menjadi wajib diamalkan oleh mereka yang hendak membangkitkan tenaga dalam. amalan yang dimaksud adalah Ayat Al Husni yang terdapat pada surat at taubah 128-129
FADHILAH SURAT AT-TAUBAH AYAT: 128-129:
Artinya :
“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu Alami,(dia) sangat menginginkan (keislaman dan keselamatan) bagimu, penyantun, dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman. Maka jika mereka berpaling (dari keimanan) maka katakanlah (Muhammad), Cukuplah Allah bagiku; tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy (singgasana) yang agung.”
Wirid pokok tersebut memiliki dasar bertahan ia hanya memberikan reaksi menahan atau membelokkan arah serangan, sedang untuk wirid kedua memiliki reaksi menolak sekaligus mengembalikan serangan penyerang sesuai kadar getaran emosi yang di lontarkannya.
Wirid yang kedua di ambil dari surat Al Anfal ayat ke 17 yaitu :
Ertinya : dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah lah yang melempar .
** Tata Cara Beramal **
1. Wirid yang pertama surat At Taubah - 128-129 dibaca secara rutin 7 kali ulangan setiap lepas solat fardhu selama empat puluh hari dengan ketentuan secara bertahap dilakukan dengan menahan nafas. Begitu juga dengan wirid yang kedua dari Surah Al Anfal ayat 17 juga di baca sebanyak 7 kali dengan tahan nafas.
2. Jika cara tersebut berat maka yang menjadi pokok adalah melakukan wirid dengan tahan nafas cukup dalam sekali ulangan, selebihnya yang enam kali cukup dengan cara nafas biasa
3. Apabila sudah mampu dalam satu kali ulangan dengan tahan nafas, boleh di tingkatkan dengan tiga kali dengan tahan nafas
4. Jika dalam ulangan lima kali sudah mampu tahan nafas dan masih mampu menambah ketahanan nafasnya, seluruh wirid (tujuh kali ulangan) dilakukan dengan cara tahan nafas
Catatan :
Dalam melakukan wirid yang disertai dengan tahan nafas seseorang tidak boleh memaksakan diri kerana setiap orang memiliki ketahanan diri yang berbeza.
Dengan demikian yang menjadi wajib, wirid tahan nafas hanya sekali saja dan jika sudah mampu menambah ketahanan nafasnya baru ditambah. cuma untuk metode keselamatan cara penahanan nafas harus dilakukan dengan mengikuti jumlah ganjil yaitu (1,3,5 dan 7) hal yang perlu diperhatikan adalah saat tahan nafas untuk mengejangkan bagian bawah perut (3-4 cm dari pusar kearah bawah )
Setelah melakukan wirid rutin tujuh kali ulangan selama empat puluh hari, seseorang yang menghendaki ilmu tenaga dalam ini tetap utuh hendaklah melakukan malan ini secara berterusan dengan ketentuan yang sama cuma hanya diwajibkan pada waktu lepas solat Maghrib dan Subuh tatacaranya masih sesuai dengan di atas iaitu tujuh kali ulangan disertai tahan napas (sesuai dengan kemampuan ).
*** Untuk mendapat ijazah amalan ilmu di atas, sila PM atau email ke kami dengan berikan nama anda berbintikan nama ibu anda untuk pengijazahan.
Untuk Ijazah ilmu-ilmu yang lain sila lawati website pusat kami di www.sukma-insani.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar